skip to main content
Diposting tanggal

Perubahan Nama Besar di Indonesia: Dari ACE Hardware ke AZKO dan Strategi Rebranding

Neiska Aulia M.S

Selasa, 10 Februari 2026 | 14.30 WIB

Perubahan merek di pasar bukan hal baru, tetapi ketika sebuah nama besar bertahan puluhan tahun melakukan rebranding, ini menjadi cerita penting untuk dipelajari. Salah satu contoh terbaru di Indonesia adalah perubahan nama ACE Hardware Indonesia menjadi AZKO sebuah langkah yang menggambarkan bagaimana perusahaan menata ulang identitasnya di pasar.

Sejarah dan Latar Belakang AZKO

ACE Hardware Indonesia telah menjadi salah satu retailer peralatan rumah tangga dan gaya hidup terkemuka di Indonesia selama lebih dari tiga dekade. Namun, setelah kontrak kerja sama merek dengan ACE berakhir pada akhir 2024, perusahaan yang kini bernama PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk memutuskan untuk meluncurkan identitas baru: AZKO mulai 1 Januari 2025.

Langkah ini bukan sekadar mengganti nama tetapi merupakan strategi rebranding yang matang untuk mempertahankan relevansi pasar sambil menekankan nilai yang berbeda.

Apa Itu Rebranding?

Rebranding adalah proses mengubah elemen-elemen strategis sebuah merek bisa berupa nama, logo, pesan, atau citra visual dengan tujuan:

  • ·         Menyegarkan citra di mata konsumen.
  • ·         Menyesuaikan dengan perubahan strategi bisnis.
  • ·         Mengatasi persepsi pasar yang tidak lagi relevan.

Langkah seperti ini memerlukan perencanaan matang karena merek adalah aset strategis yang mempengaruhi persepsi konsumen dan loyalitas pelanggan.

Pelajaran Penting dari AZKO

Transformasi ACE Hardware menjadi AZKO mengandung banyak pelajaran untuk pengusaha:

  • 1.      Identitas merek harus align dengan visi perusahaan

Nama baru yang dipilih tidak hanya unik, tetapi juga mencerminkan harapan perusahaan untuk lebih fokus pada lifestyle dan pengalaman pelanggan modern.

  • 2.      Komunikasi yang jelas kepada konsumen

Rebranding harus didukung dengan komunikasi yang transparan agar pelanggan lama tidak kehilangan keterikatan.

  • 3.      Menghormati warisan merek lama

Walaupun identitas berubah, nilai-nilai inti seperti kualitas layanan dan produk tetap menjadi fondasi, sehingga loyalitas pelanggan lama tidak hilang.

Pentingnya Penelusuran Merek Sebelum Rebranding

Sebelum sebuah brand memutuskan untuk berubah, ada aspek hukum yang krusial: “penelusuran merek”. Menurut petugas dari DJKI, penelusuran diperlukan untuk memastikan nama dan logo baru tidak berkonflik dengan merek yang sudah terdaftar sebelumnya.

Ini menunjukkan bahwa rebranding bukan hanya soal estetika, tetapi juga hak kekayaan intelektual dan perlindungan hukum.

Kesimpulan

Transformasi ACE Hardware menjadi AZKO adalah contoh nyata bagaimana rebranding dapat menjadi strategi yang kuat untuk mempertahankan relevansi merek di pasar yang kompetitif. Bagi pengusaha dan pembelajar merek, cerita ini menggarisbawahi pentingnya strategi, hukum, dan komunikasi ketika mengelola identitas merek.