skip to main content
Diposting tanggal

PT Perorangan vs PT Umum, Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Menguntungkan?

Ingin mendirikan PT, tetapi masih bingung memilih PT Perorangan atau PT Umum?

Keduanya sama-sama berbadan hukum dan memiliki pemisahan antara harta perusahaan dengan harta pribadi pemiliknya. Namun, memilih jenis PT yang tepat bisa memengaruhi biaya pendirian, pengelolaan perusahaan, hingga peluang pengembangan bisnis ke depan.

Lantas, mana yang sebenarnya lebih menguntungkan untuk bisnis Anda?

Apa Perbedaan PT Perorangan dan PT Umum?

PT Perorangan adalah Perseroan Terbatas yang dapat didirikan oleh satu orang dan diperuntukkan bagi usaha mikro dan kecil.

Sementara itu, PT Umum, yang secara hukum dikenal sebagai Perseroan Persekutuan Modal, umumnya didirikan oleh minimal dua pihak sebagai pemegang saham.

Berikut perbandingan keduanya:

Aspek

PT Perorangan

PT Umum

Jumlah pendiri

1 orang

Umumnya minimal 2 pihak

Status hukum

Badan hukum

Badan hukum

Akta notaris pendirian

Tidak diperlukan

Diperlukan

Biaya pendirian

Umumnya lebih hemat

Umumnya lebih tinggi

Skala usaha

Mikro dan kecil

Tidak terbatas pada UMK

Pemegang saham

1 orang

Dapat lebih dari 1 pihak

Pemisahan harta

Ada

Ada

Meski sama-sama berbentuk PT, perbedaan tersebut perlu dipertimbangkan agar struktur perusahaan sesuai dengan kebutuhan bisnis.

1. Mana yang Lebih Hemat dari Segi Biaya Pendirian?

Dari sisi biaya pendirian, PT Perorangan umumnya lebih hemat dibandingkan PT Umum.

Hal ini karena PT Perorangan tidak membutuhkan akta notaris untuk pendirian awal. Pendaftarannya cukup dilakukan melalui Pernyataan Pendirian secara elektronik pada sistem Administrasi Hukum Umum (AHU).

Sementara itu, PT Umum memerlukan akta pendirian yang dibuat oleh notaris serta pengesahan badan hukum dari Menteri Hukum.

Namun, biaya yang lebih murah belum tentu menjadi pilihan paling menguntungkan.

Jika sejak awal Anda berencana membangun bisnis bersama partner, mendirikan PT Umum bisa lebih efisien daripada mendirikan PT Perorangan terlebih dahulu, kemudian mengeluarkan biaya tambahan untuk mengubah status perusahaan.

2. Mana yang Lebih Mudah Dikelola?

PT Perorangan memiliki struktur pengelolaan yang lebih sederhana karena hanya memiliki satu pemegang saham yang sekaligus bertindak sebagai direktur. Artinya, pemilik dapat mengambil keputusan bisnis tanpa harus berkoordinasi dengan pemegang saham lainnya.

Sementara itu, PT Umum memiliki struktur organisasi yang terdiri atas Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Direksi, dan Dewan Komisaris. Struktur ini memang membutuhkan pengelolaan administrasi dan pengambilan keputusan yang lebih formal. Namun, pembagian peran tersebut juga dapat menguntungkan ketika bisnis semakin berkembang dan membutuhkan pengawasan serta pengelolaan yang lebih kompleks.

3. Apakah Modal PT Perorangan Lebih Kecil daripada PT Umum?

Belum tentu. Berdasarkan PP Nomor 8 Tahun 2021, besaran modal dasar Perseroan pada prinsipnya ditentukan berdasarkan keputusan pendiri, kecuali untuk kegiatan usaha tertentu yang memiliki persyaratan modal khusus. Perbedaannya terletak pada skala usaha yang diperbolehkan.

PT Perorangan hanya diperuntukkan bagi usaha mikro dan kecil. Berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 2021, kriteria modal usaha untuk pendirian atau pendaftaran kegiatan usaha meliputi:

  • Usaha mikro: modal usaha paling banyak Rp1 miliar.

  • Usaha kecil: modal usaha lebih dari Rp1 miliar sampai Rp5 miliar.

Nilai tersebut tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Sementara itu, PT Umum tidak dibatasi hanya untuk usaha mikro dan kecil.

Jadi, jangan menyamakan batas modal usaha UMK dengan modal dasar perusahaan. Keduanya memiliki fungsi hukum yang berbeda.

4. Mana yang Lebih Aman untuk Harta Pribadi?

Baik PT Perorangan maupun PT Umum sama-sama memberikan pemisahan antara harta perusahaan dan harta pribadi pemegang saham.

Pada prinsipnya, pemegang saham tidak bertanggung jawab secara pribadi atas kewajiban perusahaan melebihi saham yang dimilikinya.

Namun, perlindungan tersebut tidak berlaku secara mutlak.

Tanggung jawab pribadi tetap dapat timbul dalam kondisi tertentu, misalnya ketika perusahaan digunakan dengan itikad buruk untuk kepentingan pribadi atau terjadi penyalahgunaan kekayaan perusahaan secara melawan hukum.

Artinya, PT Perorangan tidak otomatis lebih berisiko dibandingkan PT Umum hanya karena didirikan oleh satu orang.

Hal yang penting adalah memastikan perusahaan dikelola dengan benar, termasuk menjaga pemisahan keuangan pribadi dan perusahaan.

5. Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Mengembangkan Bisnis?

Jika bisnis Anda masih dikelola sendiri dan belum membutuhkan pemegang saham tambahan, PT Perorangan bisa menjadi pilihan yang efisien.

Namun, jika Anda berencana mengembangkan bisnis bersama partner atau menerima investor melalui kepemilikan saham, PT Umum umumnya lebih fleksibel.

Sebab, PT Perorangan hanya diperbolehkan memiliki satu pemegang saham.

Berdasarkan Permenkum Nomor 49 Tahun 2025, PT Perorangan wajib mengubah status menjadi Perseroan Persekutuan Modal apabila jumlah pemegang saham bertambah menjadi lebih dari satu atau perusahaan tidak lagi memenuhi kriteria usaha mikro dan kecil.

Perubahan tersebut memerlukan akta notaris dan proses administrasi melalui AHU.

Karena itu, mempertimbangkan rencana pengembangan bisnis sejak awal dapat membantu Anda menghindari perubahan struktur perusahaan yang sebenarnya bisa dipersiapkan lebih awal.

Bingung Memilih PT Perorangan atau PT Umum?

Jangan sampai salah memilih bentuk perusahaan hanya karena tergiur biaya pendirian yang lebih murah. Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda bersama Bukalegal. Kami siap membantu menentukan bentuk badan usaha yang sesuai dan mendampingi proses pendirian perusahaan.

BUKALEGAL.com — BUKA • AJUKAN • LEGAL

Penulis: Oktaviani Elly M